Skip to main content

Putera Mahkota yang Tertukar


Dahulu kala di tengah-tengah luasnya wilayah peta indonesia terdapat satu daerah yang dimana terdapat kerajaan tua Hindu yang sudah berdiri pada sekitar abad ke 12 M. Kerajaan ini didirikan oleh mendiang Raja Mardaya Kusuma ( Ayah dari raja Ardaya Kusuma). Kerajaan ini sedang mencapai puncak keemasan saat dipimpin oleh mendiang Raja Mardaya, tetapi tak lama setelah itu Raja diberitakan meninggal karena sakit, maka sudah dapat dipastikan tahta selanjutnya turun langsung pada anak laki-laki satu-satunya yakni Raden Ardaya Kusuma yang baru kemarin ditetapkan menjadi Raja selanjutnya.

Raja Ardaya ini memiliki 2 orang Ratu atau Permaisuri, yang pertama bernama Ratu Sundari yang saat ini sedang mengandung anak pertamanya yang sudah menginjak usia 7 bulan. Dan Ratu Dewi Anjari yang juga sedang mengandung, usianya juga 7 bulan. Tetapi Raja lebih mencintai Dewi Anjari dibandingkan Sundari.

Raja yang senang karena usia kandungan keduanya sudah mulai besar, akhirnya ia mengundang tabib terkenal didaerah tersebut untuk memeriksa kandungan kedua Ratunya.

"Hay pelayan istana! Bawakan kepadaku tabib terkenal untuk memeriksa kedua calon anak ku" perintah Raja pada pengawalnya.

Saat tiba waktu nya, datanglah tabib tersebut ke kediaman Raja Ardaya. Yang pertama di periksa adalah Ratu Sundari. Dan prediksi tabib tersebut bahwa ternyata anak Ratu Sundari adalah perempuan.

Saat mendengar kabar tersebut Raja sangatlah kecewa, karena putra lah yang Raja harapkan. Saat memeriksa Ratu kedua yakni Ratu Dewi Anjari tabib mengatakan bahwa anak Dewi Anjari adalah laki-laki. Pada saat itu Rada Ardaya lebih memperhatikan Ratu Dewi Anjari dibandingkan Ratu Sundari.

"Kirimkan makanan yang enak dan buah-buahan segar pada istana Ratu Anjari" perintah Raja Ardaya pada pelayan istana.

"Maaf yang mulia apakah saya juga harus mengirimkan makanan ini pada Ratu Sundari?"

"Tidak usah"

Tibalah saat keduanya melahirkan, Ratu Sundari berniat licik dengan menukar bayi nya dan bayi Ratu Anjari, ia memerintahkan pelayan istana untuk menukarkannya. Karena kabarnya Ratu Anjari pingsan sesaat setelah melahirkan anaknya.

Raja mendatangi keduanya dan terkejut mendapati jikalau permaisuri kesayangan nya kelelahan dan pingsan. Saat melihat bayinya ternyata bayinya malah perempuan dan bayi Ratu Sundari laki-laki. Tetapi Raja Ardaya tidak kecewa, ia cemas jika Ratu Anjari kenapa-napa. Saat Raja datang, Ratu sangat lemah. Raja menghampiri Ratu dan berkata

"Bertahanlah Ratu ku kita akan besarkan anak kita sama-sama"

"Kudengar anakku perempuan, maafkan aku tidak bisa memberimu putra mahkota, besarkan anak kita dengan baik agar menjadi putri yang baik kelak. Sayangi dia seperti engkau menyayangiku"

Tepat setelah mengatakan itu Ratu Anjari menutup mata dan berhenti bernafas.

Raja menghampiri putrinya, dan berkata
"Kau cantik sekali nak seperti ibu mu, akan ku beri nama kamu Dwi Kusuma"

Anak Ratu Sundari diberi nama Raden Jaka Kusuma.

Tiba saatnya penurunan tahta, Raden Jaka lah yang meneruskan. Tetapi saat upacara penyematan, pelayan yang di utus Ratu Sundari untuk menukarkan anak mereka, datang dan mengungkapkan segalanya bahwa Ratu Sundari menukarkan anak mereka. Awalnya Raja tak percaya tapi setelah melihat bukti yang dibawa pelayan tersebut akhirnya Raja percaya.

Raja marah besar dan memenjarakan Ratu Sundari karena dianggap telah menipu garis keturunan. Tetapi saat itu tetaplah Raden Jaka yang mengambil alih, karena ialah putra mahkota dan putri Dwi tetap menjadi putri kerajaan.

Selesai

Created by Maemunah

Comments