Skip to main content

From the Future to the Past

Seorang gadis yang sedang beranjak dewasa hidup di jaman modern yang serba canggih Haruna Ananta Handaru ia seorang pelajar di SMA Garuda.
Ia sangat membenci pelajaran sejarah, baginya pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosannya seakan membawa kita kepada masa jaman dahulu yang di dominasikan oleh kerajaan-kerajaan dan sihir.

Seperti saat ini Haruna sedang berjalan di urutan paling belakang diantara semua murid kelas XI.
kelasnya sedang melakukan kunjungan ke museum peninggalan kerajaan-kerajaan jaman dulu untuk melakukan penelitian dan mempelajari lebih banyak pengetahun tentang sejarah
Haruna berjalan dengan gontai sambil melihat-lihat sekelilingnya banyak sekali benda-benda peninggalan bersejarah, sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke luar museum di tempat itu malah lebih mirip seperti hutan belantara.

"Woyy ngapain lu?"
Haruna kaget, seseorang menepuk pundaknya dengan tidak hati-hati. Untung saja ia tidak memiliki riwayat sakit jantung, kalau punya mungkin saja ia sudah koit di tempat.

"Ihhh, ngagetin banget sih" ujar Haruna mulai naik pitam.

"Gue liat lu sendirian disini ya gue samperin lah. Eh, lu ngapain ditempat beginian?"

"Gue males kalo harus kayak gini, mending gue tidur" haruna menjeda, ia menghela nafas

"gue tidur disini aja ya, tapi lu jangan bilang sama Pak Azi" ujar Haruna sambil menunjuk sebuah batu besar di dekat pohon besar.

"Lu yakin mau mau tidur di tempat beginian" ujar Aleta sambil menunjuk sekelilingnya.

"Sooo?" Ujar haruna sambil menyenderkan punggungnya dipohon besar di sebelah batu besar .

"Yaudahlah terserah, gue mau lanjut" ujar Aleta sambil beranjak pergi meninggalkan Haruna yang sedang bersendar.

Beberapa menit kemudian Haruna terbangun dari tidurnya, ia menetralkan matanya dengan cahaya setempat, Haruna melihat sekelilingnya, sesekali ia mengedipkan matanya dan mengucek kembali matanya. Haruna mulai kebingungan. dimana ia? Siapa orang yang membawanya ketempat ini?.

Haruna bangkit dari tidurnya ia mencari teman-temabnya yang tadi di musium bersamanya.
Haruna berteriak memanggip beberapa nama yang ia ketahui. Kemana semua meninggalkannya atau ia sendiri yang berada dimana? . Haruna kebingunggan, ia beranjak pergi dari tempat ini.

Haruna berjalan mencari bantuan untuk bertanya-tanya.
"Pletakk!!!!"

"Aawww" jarit Haruna karna sepasang sepatu mendarat tepat di keningnya.

Haruna mencari siapa pelakunya dan.
"Mohon maaf karna sudah membuat kening anda terluka" ujar seorang pria yang memakai pakaian kuno jaman dulu.

"Maaf maaf . Liat nih jidat gue luka gara-gara sepatu lo" sarkas Haruna naik pitam.

"Saya tidak sengaja" ujar pria tersebut.

"Udah-udah gausah dibahas. Ini namanya kota apasih, gue tersesat deh kayaknya" Haruna bertanya.

"Anda sedang berada di kerajaan Immorland, kalau boleh saya tau anda berasal dari mana? pakaian yang ada pakai ini namanya apa? Dan benda kotak tipis yang sedari tadi anda pegang itu apa?" Tanya si pria sambil menunjuknya satu-satu.

"What?!!! Kerajaan Immorland? Maksud lo? Heh? Lu pikir kita sedang belajar sejarah?" Sarkas Haruna.

"Mari, anda harus ikut dengan saya di hutan ini bahaya" pria trsebut menarik lengan haruna menuju seekor kuda.

"Gua harus naik kuda?"

Pria trsebut mengangguk bertanda iya.
"Lo emang gabawa motor atau mobil gitu?" Haruna mulai kesal dimana dan dijaman apa sebenarnya ia.

"Motor dan mobil itu hewan jenis apa?"
Haruna melongo tidak menyangka dengan pertanyaan dari pria trsebut. Seberapa kadar kekudetanya ia?

Setelah adu omongan dengan pria aneh trsebut akhirnya haruna mengikuti pria trsebut untuk menunggangi kuda.

Hingga kuda tersebut membawanya kedepan gerbang sebuah bangungan kuno namun indah nan megah. Haruna turun dari kuda dibantu oleh pria tersebut.

"Dimana ini?" Tanya haruna
"Kerajaan Immorland. Tempat tinggal ku, mari kita masuk pasti kamu sangat lapar, dayang dayang disini pasti sudah menyiapkan makanan lezat untuk dimakan".

Haruna mengganguk karna memang ia sangat lapar.
Haruna mengikuti pria trsebut memasuki bangunan megah dan haruna seperti seorang raja saja semua prajurit membungkukan badan saat haruna memasuki sebuah kastil tersebut hingga haruna mendengar bisikan bisikan dari prajurit "siapa yang sedang bersamanya" ohh tidak ternyata bukan haruna yang mereka hormati, mereka menghormat kepada pria yng membawanya ketempat ini. Siapa dia sebenarnya.

Setelah menyantap makanan yang pria trsebut tawarkan, sekarang haruna sedang berada di sebuah taman bersama putra mahkota.

"Sebenarnya anda ini siapa?" Tanya pria tampan trsebut.

"Haruna, gue siswa SMA garuda, sebelum gue tersesat disini gue sedang berada di kunjungan ke museum peninggalan bersejarah"

"Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan, dari mulai Siswa, SMA dan, museun apa itu?" Ujar pria trsbut.

"Oke, sekarang kita sedang dimana?" Tanya Haruna sungguh-sungguh.

"Kita sedang berada di kerajaan Immorland, kerajaan yang banyak penduduknya. saya Kingsley, saya Putra mahkota yang mengatur semua rakyat. Saya terpaksa menggantikan ayah saya yang terbunuh karna racun dimakanannya, sepeetinya anda datang dari masa depan, untuk apa anda datang ke sini?". Ujar Kingsley panjang lebar.

"Gue gatau kenapa gue bis berada di masa lalu" Haruna menunduk dalam diam.

"Saya tau yang sedang kamu fikirkan, saya akan membantu kamu untuk kembali ke dunia masa depan. Untuk sekarang lebih baik kamu ganti baju dulu, kalau tidak mereka akan mencurigaimu karna berpakaian aneh" Ucap Kingsley pasti .

*
3 bulan berlalu mereka selalu Haruna selalu mengikuti Kingsley kemanapun berada. Dalam jangka 3 bulang ini mereka sangat dekat, kedekatan mereka membuat masyarakat resah karna mereka takut Kingsley menyukai Haruna yang masi menjadi tanda tanya asal-usulnya, masyarakat setempat percaya jiga putra mahkota mereka tidak menikah sesuai kasta maka akan ada malapetaka yang melanda kaum Immorland.

Disinilah Haruna sedang menangis sudah 3 bulan ia tidak berjumpa dengan keluarganya, haruna sangat merindukan mereka.

"Haruna.." Haruna menoleh, Kingsley memanggilnya.

"Maafkan aku, aku tidak tau bagai mana cara agar kau kembali kemasamu" ucap kingsley kemudian.

"Tidak papa pangeran, aku akan bersabar hingga semuanya bisa" . Kingsley tersenyum dan kemudian memeluk haruna berniat menenangkannya.

Tanpa aba-aba, ada segerombolan masyarakat yang sedang berdemo, hingga suaranya trdengar ketelinga Kingsley "ada apa diluar" batin kingsley.

Kingsley beranjak dari hadapan Haruna untuk melihat keributan diluar istana. Info yng di dapat kingsley sangat mengejutkan, segerombol penduduk Immorland menginginkan Haruna pergi dari negri Immorland sungguh kingsley tidak mengiginkan itu, akhirnya kingsley membawa pergi Haruna dari kerajaan. Namun diperjalanan Haruna tergrlincir didasar jurang, putra mahkota Kingsley sangat sedih ia tidak tahu harus berbuat apa.


Haruna terbangun badannya sangat sakit dan ia tidak mengingat apapu.
"Woy" Haruna menoleh, dan ternyata itu Aleta teman sekolahnya, Haruna beranjak memeluk Aleta, berarti ia sudaj di masa depan tapi bagai mana?.

"Udah 3 jam lu tidur. Hayo bangun, anak-anak lain udah mau pulang dari museum tuh"
Haruna kaget "3 jam?"

Aleta mengangguk.

Dan Harunapun ikut beranjak dari pohon dan batu besar trsebut. Seperti ada yang aneh, yaa iya akan sangat merindukan Pangeran Kingsley.

Created by Dahmayanti

Comments